INDUSTRI PENJUALAN LANGSUNG

 

  • Apa itu Penjualan Langsung?

Penjualan Langsung adalah sistem atau metode atau cara pemasaran produk di mana penjual dan pembelinya bertemu secara langsung untuk melakukan transaksi penjualan dan pembelian, penjual melakukan proses penjualannya secara rumah ke rumah atau door-to-door. Proses penjualan tidak melalui outlet, kios ataupun toko eceran. Metode penjualan langsung memiliki keunggulan bagi Perusahaan adalah menghemat berbagai biaya tetap yang tentunya mengurangi resiko perusahaan.

Penjualan langsung dibagi menjadi dua tipe berdasarkan metode dan jalur distribusinya, dimana yang membedakan secara jelas adalah cara atau metode pembagian bonus atau komisi yang digunakan yaitu pemasaran multi jenjang atau multi-level marketing dan pemasaran jenjang tunggal atau single-level marketing. Pada Single-level marketing (Pemasaran Jenjang Tunggal), penjual atau mitra usaha mendapatkan komisi penjualan dan bonus penjualan dari hasil penjualan barang yang dilakukannya sendiri, dimana ia tidak melalui toko yang menggunakan pramuniaga, namun melalui wirausahawan yang mandiri (mitra usaha) langsung ke konsumen. Pada Multi-level marketing (Pemasaran Multi Jenjang), penjual atau mitra usaha mendapatkan komisi penjualan dan bonus penjualan dari hasil penjualan barang yang dilakukannya sendiri dan dari anggota jaringan (mitra usaha lain) yang ada dalam kelompoknya.

 

  • Sejarah Industri Penjualan Langsung.

Jika ditelusuri dari latar belakang sejarah bahwa sistem penjualan langsung sudah lebih dari satu abad tepatnya sudah lebih dari 136 tahun dan sistem penjualan langsung multi jenjang sudah lebih 75 tahun berkembang di seluruh dunia. Industri penjualan langsung mulai dari tahun 1886 oleh sebuah perusahaan di California Amerika Serikat yang disebut sebagai California Perfume Company yang terkenal dengan nama “Avon” didirikan oleh David H. McConnell, berhasil membukukan pendapatan sebesar 2,5 juta USD pada tahun 1923, keberhasilan ini juga diikuti oleh banyak perusahaan salah satu yang popular adalah The Fuller Brush Company, didirikan pada tahun 1906. Pada sekitar tahun 1920-an perusahaan penjualan langsung menghasilkan pendapatan sebesar 300 juta sampai dengan 500 juta USD.

Perusahaan penjualan langsung yang menggunakan sistem Multi-Level Marketing atau pemasaran multi jenjang adalah “Nutrilite”, awal didirikan pada tahun 1934 dengan nama The California Vitamin Company, mulai mengadopsi sistem pemasaran multi jenjang (Multi-Level Marketing) pada tahun 1945. Setelah menempuh perjalanan panjang yang penuh tantangan dan berliku, dua orang distributor atau penjual langsung Nutrilite yang bernama Jay Van Andel dan Richard DeVos membuat perusahaan The American Way Association, disingkat “Amway” pada tahun 1959, merupakan perusahaan pemasaran jaringan baru yang memasarkan produk-produk kebutuhan rumah tangga, kemudian “Amway” mengakuisisi “Nutrilite” dan menjadi perusahaan pemasaran jaringan yang terbesar di dunia.

 

Tiga tahun sebelumnya yaitu tahun 1956, “Sharklee” sebuah Perusahaan penjual produk makanan kesehatan atau food supplement telah mengadopsi sistem pemasaran jaringan atau network marketing, kemudian sistem pemasaran jaringan atau network marketing ini berkembang sangat cepat seperti jamur ke seluruh dunia, khususnya di wilayah Eropa, Australia, Asia Pasific dan Asia Tenggara seperti Thailand, Filipina, RRC, Vietnam, Malaysia, Singapore, Brunei, Laos, Kamboja dan Indonesia.

 

  • Penjualan Langsung di Indonesia.

Sejarah penjualan langsung di Indonesia sudah dimulai pada tahun 1973 dimana ketika itu telah berdiri PT. Tigaraksa yang menjual produk-produk pendidikan dengan cara penjualan langsung. Kemudian pada era 1980an disusul dengan masuknya perusahaan penjualan langsung dari manca negara ke Indonesia. Pada tahun 1986 berdiri perusahaan MLM (Multi-Level Marketing) yang pertama dari Indonesia dengan nama PT. Nusantara Sun Chlorella Tama (NSCT) yang berdomisili dan beroperasi di Bandung.  Sampai hari ini perusahaan MLM di Indonesia telah berkembang dengan sangat pesat dimana saat ini telah terdaftar lebih dari 270 perusahaan penjualan langsung yang memiliki ijin penjualan langsung.

 

  • Mendirikan Perusahaan Penjualan Langsung.

Agar pertumbuhan industri ini bisa memberikan dampak positif yang lebih besar kepada masyarakat Indonesia secara luas, maka para penyelenggara atau pengusaha industri penjualan langsung harus memahami lebih banyak tentang prinsip-prinsip penjualan langsung secara seksama. Jika akan membangun perusahaan penjualan langsung maka ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:


1.    Target Pasar.
Agar sebuah perusahaan bisa berkembang dengan baik dan berkelanjutan maka sebelum memulai membuat perusahaan penjualan langsung, pelajari dengan saksama target pasar yang akan dituju, apa segmen nya, dengan menentukan target pasar maka dapat menjadi dasar penentuan produk, rencana kompensasi dan strategi untuk masuk ke pasar.
2.    Produk.
Produk menjadi sangat penting karena ini merupakan asset dari perusahaan untuk bisa bersaing di pasar industri yang terus berkembang, tidak memilih produk secara asal-asalan atau sembarangan, tanpa memperhatikan kualitas produk, kegunaan, keunikan dan eklusifitas serta kemampuan supplai produk. Desain kemasan dan kebutuhan pasar juga perlu menjadi perhatian yang khusus. Karena itu sebagai pengusaha tidak dianjurkan untuk asal-asalan dalam menentukan produk apa yang akan dijual melalui sistem penjualan langsung. Penting juga untuk perhatikan dari segi legalitas produk, keamanan penggunaan dan kelancaran distribusi.
3.    Pembagian Komisi.
Pembagian komisi harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku dari Pemerintah, seperti ketentuan maksimal komisi yang dibayarkan tidak boleh lebih dari 40% dari harga penjualan ke mitra usaha/member sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan No. 70 tahun 2019. Sistem perhitungan perlu transparan, memberikan kesetaraan peluang untuk meraih keberhasilan, dan dihitung berdasarkan pada kinerja dari para anggota dalam memasarkan produk. Keuntungan yang didapat bukan dari mendaftarkan mitra menjadi anggota, melainkan dari hasil kinerja penjualan produk mitra dalam kelompoknya.   
4.    Strategi Pemasaran yang inovatif.
Membangun strategi usaha yang inovatif sehingga setiap perusahaan mempunyai keunggulan daya saing yang unik dan berbeda-beda. Strategi yang baik dapat membuat perusahaan MLM tetap mempertahankan keberadaannya sehingga distribusi produk tetap ada, para anggota yang sudah mencapai hasil tertentu atas kinerjanya tetap dapat menikmati hasilnya secara berkelanjutan.
5.    Legalitas Perusahaan.
Dalam mendirikan perusahaan penjualan langsung tentu harus memperhatikan legalitas yang perlu dilengkapi sehingga operasional perusahaan tidak melanggar ketentuan yang berlaku, khususnya di Indonesia. Perusahaan harus berbentuk Perseroan Terbatas, mengurus NIB, NPWP, memverifikasikan perusahaan kepada Asosiasi terkait, dan melaksanakan proses SIPT di Kementerian Perdagangan. Produk yang dipasarkan harus memiliki ijin edar yang sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.  Dan juga dalam menyusun rencana usaha sangat perlu memperhatikan Undang-undang Republik Indonesia No. 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 70 Tahun 2019 tentang Distribusi Barang Secara Langsung.
 

 

  • Menjadi Mitra Usaha Perusahaan Penjualan Langsung.

Banyak orang mulai mempertimbangkan bisnis penjualan langsung sebagai alternatif pilihan dalam mencari penghasilan tambahan maupun usaha paruh waktu, bahkan ada yang menjadi sumber mata pencaharian pokok, dikarenakan bisnis penjualan langsung tidak perlu kemampuan atau keterampilan yang tinggi sehingga memungkinkan untuk belajar sambil berpenghasilan, tidak perlu investasi modal usaha yang besar seperti menyewa kantor tempat usaha, stok produk dengan nilai yang besar, menyiapkan tenaga karyawan dengan biaya gaji tetap.

 

Jika akan mengembangkan karir dalam bisnis penjualan langsung maka sangat diperlukan peninjauan terhadap perusahaan penjualan langsung tempat kita akan mengembangkan usaha. Tujuannya agar kita tidak salah masuk ke perusahaan yang illegal atau perusahaan dengan sistem pyramid ataupun perusahaan yang tidak memiliki landasan yang kokoh sehingga segala jerih payah yang dilakukan harus berakhir tanpa hasil. Memilih perusahaan yang baik perlu memperhatikan benerapa hal sebagai berikut:


1.    Legalitas Perusahaan.
Bagian terpenting dari profil atau latar belakang perusahaan sebenarnya perlu ditinjau dari komitmen dan keseriusan perusahaan dalam mengembangkan bisnisnya yaitu memperhatikan apakah perusahaan tersebut serius dalam mengurus perijinkan usahanya, jika perusahaan tidak memiliki ijin usaha yang sesuai maka hal ini sudah menunjukkan bahwa pemilik perusahaan tidak memiliki komitmen jangka pangjang. Bisa jadi perusahaan MLM nya di desain untuk tutup.  Maka selain visi dan misi, legalitas menjadi pembuktian penting dalam setiap perusahaan apakah tujuan bisnis yang tertuang dalam visi dan misi adalah kesungguhan atau hanya kamuflase saja. Perhatikan legalitas perusahaan sebelum bergabung dan mengembangkan bisnis dalam perusahaan penjualan langsung tertentu.
2.    Produk.
Kegiatan usaha tentu memerlukan produk sebagai asset usaha dan transaksi usaha. Jika produk tidak disiapkan dengan baik, misalnya dari desain kemasan, bentuk produk, manfaat produk, ini juga menunjukkan perusahaan tidak memiliki visi jangka panjang, terlihat dari pemilihan produk yang terkesan asal ada. Perhatikan apakah perusahaan lebih menonjolkan pembagian hasil usaha daripada manfaat produk, atau bahkan produknya tidak memiliki manfaat sama sekali. Perhatikan juga apakah produk perusahaan telah memiliki ijin edar yang sesuai dengan peraturan Pemerintah.
3.    Rencana Kompensasi/Komisi.
Kompensasi atau biasanya disebut komisi dalam kalangan praktisi penjualan langsung juga memegang peranan penting karena dari sinilah dihitung penghasilan para pengusaha penjualan langsung yang didapat dari hasil jerih payah memasarkan produk kepada para konsumen. Perhatikan apakah pembagian kompensasi nya bersumber dari penjualan produk atau hanya dari sistem perekrutan mitra usaha/member. Jika rencana kompensasi atau sumber penghasilan bersumber dari hasil volume penjualan produk pribadi, group dan kelompok maka perusahaan tersebut bisa menjadi pilihan untuk dijalankan.
 

 

  • Sumbangsih industri untuk negara.

Seseorang yang menjalankan bisnis penjualan langsung dapat dikategorikan sebagai Pekerja Mandiri atau Self-Employee, wirausahawan. Karena dengan bermitra dengan perusahaan penjualan langsung yang mumpuni, seorang mitra usaha/member memiliki kebebasan mutlak dalam menentukan jam kerja, jumlah penghasilan perhari, tidak ada jumlah penghasilan tetap sehingga sama dengan para pengusaha umumnya yang tidak memiliki penghasilan pasti dan tetap.

Karena entry barrier yang rendah maka banyak orang bisa terlibat untuk mengembangkan bisnis penjualan langsung secara lebih mudah jika dibandingkan dengan bidang usaha lainnya. Potensi penghasilan dari sebuah usaha penjualan langsung memberikan kontribusi yang nyata dan nilai yang cukup signifikan untuk meningkatkan pendapatan per kapita, mengurangi angka pengangguran, membangun mentalitas yang kuat yang berujung pada peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat. Tentunya hal-hal tersebut akan berpengaruh positif bagi kemajuan perekonomian negara dalam rangka memperkokoh ketahanan ekonomi nasional.

 

Dirangkum dari berbagai sumber oleh Thamrin Selamet (AP2LI-MMXX)